Rabu, 23 Januari 2013

Pengemis




Sejenak terlintas dibenak Anda, Pernahkah Anda menengok ke belakang? Atau apakah Anda hanya terpusat pada yang di depan Anda, dan tak pernah memikirkan apa yang terjadi di belakang kesuksesan Anda?? Simak wacana singkat berikut!!!!
            Kekerasan, tindak criminal, anak jalanan, kemiskinan, serta tindak asusila sudah menyebar dikalangan masyarakat. Bagaimana nasib mereka yang sangat kurang perhatian. Apakah kita sebagai generasi bangsa akan tinggal diam tanpa melakukan suatu tindakan apapun. Tragis memang, namun inilah yang terjadi saat ini,. Kita masih bisa memerangi perlakuan tersebut dengan kemauan positif kita.
            Kita bisa mengambil satu contoh yang sekarang menjadi bahan omongan masyarakat sehari-hari. Seperti yang Anda lihat saat ini, banyak sekali kita temui diberbagai sudut jalan rambu-rambu lalulintas. Pendidikan, kesehatan, pangan, papan, dan lain penunjang hidupnya sangat mereka butuhkan. Mereka hanya berfoya-foya, mengamen di pinggir jalan, mengemis uang saat mobil berhenti dilampu merah. Bahkan masyarakat umum memandang mereka sebagai anak punk jalanan, pengganggu masyarakat, sampai ada yang mengatakan dengan sebutan sampah masyarakat. Bagaimana generasi bangsa selanjutnya, jika anak-anak yang masih umur belasan tahun yang sepatutnya masih butuh pendidikan yang layak, harus rela dengan malam-malam yang dingin, mereka tiduran dipinggiran jalan tanpa selimut, dan beralaskan koran bekas. Mereka sangat butuh kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Lantas bagaimana dengan kesehatan mereka, jika makan saja mereka ambil dari sisa orang lain dan seadanya, pakaian yang tak pernah ganti dan udara yang mereka hidup sehari-hari ditengah keramaian orang. Na’as sekali kehidupan mereka-mereka yang kurang perhatian, kasih sayang penuh oleh keluarga mereka.
            Badan Perlindungan Anak (BPA), masihkah berlaku di Negara ini?? Tragis memang, melihat anak yang malang-malang dengan hanya sesuap nasi rela untuk mengemis di pinggiran, “kami hanya ingin mencari uang dengan cara yang halal,” dilemma anak jalanan.
            Kita sebagai generasi muda harus semaksimal mungkin membantu mereka, menuntut hak-hak penuh mereka dengan perlindungan hokum ini. Jangan hanya orang tinggi saja dipuja-puja, orang rendah diinjak-injak bahkan ditelantarkan.
            Bersyukurlah kalian-kalian yang sekarang sampai saat n detik ini masih bisa mengenyam pendidikan layak, kesehatan memadai, serta orang-orang didekat Anda yang selalu mendampingi Anda dan memberikan kasih sayang penuh khususnya Bapak Ibu Anda ….
Rounded Rectangle: Sekilas Informasii:
Anak  jalanan atau sering disebut anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi dijalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluargannya. Tapi hngga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak
 




           



   secarik puisi untuk mereka yang membutuhkannya :
*      Tetap tegar melangkah….
*      Walau tapak kaki terbakar & berdarah,
*      Oleh panasnya aspal, & tajamnya kerikil jalanan…..
*      Tuhan………….
*      Peluk aku walau hanya sekejap,,,
*      Aku lelah menjalani hidup seperti ini..
*      Peluklah dalam kasih sayang Mu..
*      Karena saat ini hanya itu yang ku butuhkan….
*      Karena……
*      Aku tak pernah bisa mendapatkankan kasih sayang dari siapapun lagi,
*      Selain dariMu…
*      Ya Allah……
*      Ku berharap ..
*      Tak pernah lelah raga ini,
*      Untuk mencari sesuap nasi.
By: Try Afip Amaliyah ( Afip)
T 1 / S 1B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar