Sejenak
terlintas dibenak Anda, Pernahkah Anda menengok ke belakang? Atau apakah Anda
hanya terpusat pada yang di depan Anda, dan tak pernah memikirkan apa yang
terjadi di belakang kesuksesan Anda?? Simak wacana singkat berikut!!!!
Kekerasan, tindak criminal, anak
jalanan, kemiskinan, serta tindak asusila sudah menyebar dikalangan masyarakat.
Bagaimana nasib mereka yang sangat kurang perhatian. Apakah kita sebagai
generasi bangsa akan tinggal diam tanpa melakukan suatu tindakan apapun. Tragis
memang, namun inilah yang terjadi saat ini,. Kita masih bisa memerangi
perlakuan tersebut dengan kemauan positif kita.
Kita bisa mengambil satu contoh yang
sekarang menjadi bahan omongan masyarakat sehari-hari. Seperti yang Anda lihat
saat ini, banyak sekali kita temui diberbagai sudut jalan rambu-rambu
lalulintas. Pendidikan, kesehatan, pangan, papan, dan lain penunjang hidupnya
sangat mereka butuhkan. Mereka hanya berfoya-foya, mengamen di pinggir jalan,
mengemis uang saat mobil berhenti dilampu merah. Bahkan masyarakat umum
memandang mereka sebagai anak punk jalanan, pengganggu masyarakat, sampai ada
yang mengatakan dengan sebutan sampah masyarakat. Bagaimana generasi bangsa
selanjutnya, jika anak-anak yang masih umur belasan tahun yang sepatutnya masih
butuh pendidikan yang layak, harus rela dengan malam-malam yang dingin, mereka
tiduran dipinggiran jalan tanpa selimut, dan beralaskan koran bekas. Mereka
sangat butuh kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Lantas bagaimana
dengan kesehatan mereka, jika makan saja mereka ambil dari sisa orang lain dan
seadanya, pakaian yang tak pernah ganti dan udara yang mereka hidup sehari-hari
ditengah keramaian orang. Na’as sekali kehidupan mereka-mereka yang kurang
perhatian, kasih sayang penuh oleh keluarga mereka.
Badan Perlindungan Anak (BPA),
masihkah berlaku di Negara ini?? Tragis memang, melihat anak yang malang-malang
dengan hanya sesuap nasi rela untuk mengemis di pinggiran, “kami hanya ingin
mencari uang dengan cara yang halal,” dilemma anak jalanan.
Kita sebagai generasi muda harus
semaksimal mungkin membantu mereka, menuntut hak-hak penuh mereka dengan
perlindungan hokum ini. Jangan hanya orang tinggi saja dipuja-puja, orang
rendah diinjak-injak bahkan ditelantarkan.
Bersyukurlah kalian-kalian yang
sekarang sampai saat n detik ini masih bisa mengenyam pendidikan layak,
kesehatan memadai, serta orang-orang didekat Anda yang selalu mendampingi Anda
dan memberikan kasih sayang penuh khususnya Bapak Ibu Anda ….
secarik
puisi untuk mereka yang membutuhkannya :
By: Try Afip Amaliyah ( Afip)
T 1 / S 1B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar